Pulang ke rumah setelah seharian beraktivitas, lalu menemukan sudut sofa kain kesayangan berserat-serat dan rusak akibat cakar si manis pasti bikin elus dada. Refleks pertama kita mungkin ingin langsung menegur atau memarahi si kucing. Tapi tahan dulu! Tahukah kamu bahwa menggaruk atau mencakar (scratching) sebenarnya adalah insting biologis yang sangat penting dan sehat bagi kucing?
Jangan memarahi, memukul, atau menyemprot kucing dengan air saat ia menggaruk. Cara ini tidak menghentikan instingnya, justru membuat kucing takut dan merusak kepercayaannya pada kamu.
Kenapa Kucing Harus Menggaruk Perabot?
Memahami alasan di balik perilaku kucing adalah kunci utama untuk mengatasi masalah ini tanpa merusak ikatan batin (bonding) kamu dengan si anabul. Kucing menggaruk bukan karena ingin jahil atau merusak perabot rumah kamu, melainkan karena beberapa alasan alami berikut:
1. Meluruhkan Seludang Kuku Tua
Kuku kucing tumbuh berlapis-lapis seperti bawang. Aktivitas menggaruk pada permukaan kasar membantu menanggalkan lapisan kuku luar yang sudah mati dan tumpul, sehingga kuku baru yang lebih tajam di dalamnya bisa tumbuh dengan baik.
2. Menandai Wilayah Kekuasaan (Marking)
Di telapak kaki kucing (paw pads) terdapat kelenjar aroma (scent glands). Saat mencakar sofa atau dinding, mereka tidak hanya meninggalkan bekas visual, tetapi juga menempelkan aroma khas tubuh mereka untuk menandai bahwa area tersebut adalah wilayah aman mereka.
3. Melakukan Peregangan Otot (Stretching)
Pernah memperhatikan kucing menggaruk tepat setelah bangun tidur? Gerakan mencakar sambil menarik tubuh ke belakang adalah cara terbaik bagi mereka untuk merenggangkan otot bahu, punggung, dan kaki agar tetap lentur.
Strategi Efektif Mengalihkan Kebiasaan Menggaruk
Kunci sukses mengatasi masalah ini adalah: jangan melarang insting menggaruknya, tapi sediakan media pengganti yang jauh lebih menarik! Berikut langkah-langkah praktisnya:
Sediakan Scratching Post yang Kokoh: Pilih papan atau tiang garukan dari bahan tali sisal alami yang cukup tinggi sehingga kucing bisa merenggangkan badannya secara penuh. Pastikan tiang tersebut stabil dan tidak gampang roboh saat dicakar.
Posisikan di Tempat Strategis: Letakkan tiang garukan tepat di samping perabot yang sebelumnya sering mereka cakar (seperti di sudut sofa). Kucing biasanya menggaruk di area yang sering dilalui manusia.
Gunakan Daya Tarik Catnip: Taburkan sedikit serbuk catnip atau semprotkan cairan catnip pada papan garukan baru untuk memancing rasa penasaran si manis.
Beri Lindungan Sementara pada Sofa: Pasang stiker pelindung sofa transparan atau kain penutup sementara di bagian sofa yang rusak agar teksturnya tidak bisa dicakar lagi oleh kucing.
Setiap kali kucing memakai scratching post, beri pujian lembut atau camilan kecil. Hadiah positif seperti ini membuat kebiasaan baru terbentuk jauh lebih cepat.
Tips tambahan: rutin potong ujung kuku kucing setiap 2–3 minggu dengan gunting kuku khusus hewan. Kuku yang lebih pendek mengurangi kerusakan jika sesekali ia masih mencakar perabot.
Kesimpulan
Dengan kesabaran dan penyediaan fasilitas yang tepat, kamu tidak perlu lagi pusing melihat perabot rumah rusak akibat cakar anabul. Sediakan papan garukan kucing (scratching post) yang kokoh untuk menjaga perabot rumah tetap utuh sekaligus membiarkan kucingmu menyalurkan insting alaminya secara bahagia!